Nasib Pasar Jambu Dua

 

Nasib Pasar Jambu Dua Bogor: “Mati atau Revitalisasi”

Wali Kota Bima Arya bersama Direksi Pasar Pakuan Jaya lakukan Sidak Pasca kebakaran pasar Jambu Dua Bogor.Rabu (15/6). foto : dok.SiBro



Pasar Berusia 30an Tahun, Kini Kondisinya Tak Hanya kumuh, Renta dan Bahaya. Amburadulnya Tata Kelola Menyebabkan Pasar Jambu Dua Seperti Sedang Sakaratul Maut.

Bogor Network

 Home/Indeks/Berita Utama
Berita UtamaBisnisBogorianNews
Nasib Pasar Jambu Dua Bogor: “Mati atau Revitalisasi”
Pasar Berusia 30an Tahun, Kini Kondisinya Tak Hanya kumuh, Renta dan Bahaya. Amburadulnya Tata Kelola Menyebabkan Pasar Jambu Dua Seperti Sedang Sakaratul Maut.
Bogor NetworkJumat, 17 Juni 2022 | 11:010 2 minutes read
 Nasib Pasar Jambu Dua Kota Bogor : 'Mati atau Direvitalisasi'. Foto :dok.SiBro
Bagi sebagian publik kota hujan, kasus korupsi ‘Angkahong’ tentu saja tak mudah untuk dilupakan terkait Pasar jambu Dua. Kasus rasuah yang menjerat dua pejabat Pemkot Bogor serta seorang konsultan adalah ‘Mimpi Buruk’ pada awal pemerintahan Bima Arya.

BRO.Peristiwa kebakaran yang menghanguskan belasan kios di Pasar Jambu Dua Kota Bogor, pekan lalu(13/6), layaknya sebuah ‘teguran’ keras untuk Pemerintah Kota Bogor.

Revitalisasi pasar berusia 30an tahun tersebut harus segera dikerjakan. Sebab kondisinya tak hanya kumuh, renta dan bahaya. Amburadulnya tata kelola menyebabkan Jambu Dua seperti sedang sakaratul maut.

Pantauan bogornetwork.com, pedagang yang mengisi Blok B hijrah dari kiosnya. Mereka beralasan sudah tak kuat berjualan di sana lantaran sering terendam banjir dari luapan sungai Ciliwung. Mereka memilih menggelar jualannya di Blok A, meskipun harus berdesakan.

Sebagian dari mereka tumpah hingga selasar area masuk pasar. Saat ini Blok B dibiarkan kosong dan sebagian lagi dijadikan gudang penyimpanan dagangan.

“Pasar ini dalam perencanaan untuk ditata. Intinya pasar ini sudah tidak layak, sudah sangat bahaya. Jadi kita akan koordinasikan langkah-langkah perencanaan berikutnya di sini,” kata Bima Arya usai inspeksi Pasca Kebakaran di Pasar Jambu Dua, belum lama ini (14/6).

Bogor Network

 Home/Indeks/Berita Utama
Berita UtamaBisnisBogorianNews
Nasib Pasar Jambu Dua Bogor: “Mati atau Revitalisasi”
Pasar Berusia 30an Tahun, Kini Kondisinya Tak Hanya kumuh, Renta dan Bahaya. Amburadulnya Tata Kelola Menyebabkan Pasar Jambu Dua Seperti Sedang Sakaratul Maut.
Bogor NetworkJumat, 17 Juni 2022 | 11:010 2 minutes read
 Nasib Pasar Jambu Dua Kota Bogor : 'Mati atau Direvitalisasi'. Foto :dok.SiBro
Bagi sebagian publik kota hujan, kasus korupsi ‘Angkahong’ tentu saja tak mudah untuk dilupakan terkait Pasar jambu Dua. Kasus rasuah yang menjerat dua pejabat Pemkot Bogor serta seorang konsultan adalah ‘Mimpi Buruk’ pada awal pemerintahan Bima Arya.

BRO.Peristiwa kebakaran yang menghanguskan belasan kios di Pasar Jambu Dua Kota Bogor, pekan lalu(13/6), layaknya sebuah ‘teguran’ keras untuk Pemerintah Kota Bogor.

Revitalisasi pasar berusia 30an tahun tersebut harus segera dikerjakan. Sebab kondisinya tak hanya kumuh, renta dan bahaya. Amburadulnya tata kelola menyebabkan Jambu Dua seperti sedang sakaratul maut.

Pantauan bogornetwork.com, pedagang yang mengisi Blok B hijrah dari kiosnya. Mereka beralasan sudah tak kuat berjualan di sana lantaran sering terendam banjir dari luapan sungai Ciliwung. Mereka memilih menggelar jualannya di Blok A, meskipun harus berdesakan.

Sebagian dari mereka tumpah hingga selasar area masuk pasar. Saat ini Blok B dibiarkan kosong dan sebagian lagi dijadikan gudang penyimpanan dagangan.

“Pasar ini dalam perencanaan untuk ditata. Intinya pasar ini sudah tidak layak, sudah sangat bahaya. Jadi kita akan koordinasikan langkah-langkah perencanaan berikutnya di sini,” kata Bima Arya usai inspeksi Pasca Kebakaran di Pasar Jambu Dua, belum lama ini (14/6).




Wali Kota Bima Arya bersama Direksi Pasar Pakuan Jaya lakukan Sidak Pasca kebakaran pasar Jambu Dua Bogor.Rabu (15/6). foto : dok.SiBro
Tumpukan masalah di pasar yang memiliki kapasitas los sebanyak 336 unit itu tak cuma soal infrastruktur. Persoalan hukum yang sempat mendera delapan tahun lalu justru telah mengganjal rencana revitalisasi pasar itu sendiri.




Bagi sebagian publik kota hujan, kasus korupsi ‘Angkahong’ tentu saja tak mudah untuk dilupakan.

Kasus rasuah yang menjerat dua pejabat Pemkot Bogor serta seorang konsultan


adalah mimpi buruk pada awal pemerintahan Bima Arya.

Kasus ‘Angkahong’ bermula saat Pemkot Bogor membeli lahan Pasar Jambu Dua seluas 7.302 meter persegi dari pengusaha bernama Kawidjaja Henricus Ang alias An.


Post a Comment

أحدث أقدم