Lagi, Fighter Indonesia Spider Jujitsu Menang di One Pride MMA

 

Lagi, Fighter Indonesia Spider Jujitsu Menang di One Pride MMA





BATAM, RITMENEWS.COM – Di dalam oktagon, dua fighter baku hantam. Didominasi teknik-teknik ground fight. Laga antara Hadi Purnomo dan Edho Nowie ini ditayangkan oleh sebuah stasiun tv swasta nasional, Sabtu (20/3) malam. Hadi dan Edho berusaha untuk menjadi yang terbaik di ajang One Pride MMA.

Di ronde pertama, Hadi tak ingin beradu striking. Atlet Indonesia Spider Jujitsu (ISJ) lekas melakukan takedown. Edho terjatuh. Hadi ambil kendali. Di awal-awal laga, Hadi menguasai. Namun, Hadi terlihat ingin keluar dari zona nyaman. Fighter kelahiran Malang ini tak ingin berlama-lama mengontrol badan Edho. Hadi mencoba-coba mengambil kuncian kaki. Knee bar. Tapi, Edho bukan petarung ‘karbitan’. Teknik pertarungan bawahnya juga bagus.

Saat mengambil teknik knee bar, posisi Hadi memunggungi Edho. Walau badan Hadi berada di perut Edho, namun Hadi tetap kecolongan. Edho berhasil mengambil back control. Kesempatan tak dibuang. Edho langsung mmenarget teknik Rear Naked Choke (RNC). Sepertinya, Edho keliru memasukan tangan ke leher Hadi. Hadi bertahan. Kuncian ke arah leher terbuka itu masih bisa diantisipasi Hadi. Bahkan, jelang berakhirnya laga, Hadi berhasil keluar dari cekikan dari belakang itu. Tapi, Edho kembali mengulang teknik yang sama. Lebih sempurna. Hadi beruntung. Bel berbunyi. Ronde pertama berakhir. Edho gagal mengesekusi.

Di ronde kedua, sepertinya Hadi tak mau melakukan kesalahan yang sama. Pemegang sabuk biru ISJ ini cepat mengambil side control. Kontrol samping yang jadi andalannya. Berhasil. Di posisi itu, Hadi juga mengamankan kedua tangan Edho. Hadi leluasa menghujami wajah Edho dengan pukulan. Sepanjang ronde, Edho tak berkutik. Banyak bekas pukulan di wajah Edho.

Di ronde terakhir, gaya bermain Hadi tak berubah. Hadi hanya melakukan transisi posisi dari kontrol samping ke kesa gatame. Sesekali mencoba melakukan kuncian tangan. Teknik kuncian kimura dengan menggunakan kaki. Edho bisa menebak target kuncian Hadi. Tapi, Hadi masih sangat mendominasi posisi. Masih sangat leluasa memukuli Edho. Hingga akhirnya, Edho menyerah. Tap out. Wasit lekas menghentikan pertandingan. Hadi menang.

Ini kemenangan keempat Hadi di laga One Pride MMA. Ia menarget merebut sabuk juara di kelas featherwight. Hadi kini tekun berlatih di SMAC. Club Martial Arts yang didirikan oleh Shihan Mahesa Arba. Melihat perkembangan teknik ground fight Hadi, Mahesa yakin, Hadi menjadi fighter yang kini ditakuti di kelasnya. Kemungkinan meraih sabuk juara semakin besar. Pendiri Indonesia Spider Jujitsu (ISJ) ini juga menyadari, kelas featherwight dihuni oleh banyak petarung hebat. “Hadi juga menyadari itu,” kata Mahesa. Hal itu yang membuat Hadi makin giat berlatih.

Mahesa menjelaskan, di Camp SMAC Tanggerang, banyak pilihan beladiri. Ada ISJ. Sebuah perguruan beladiri yang memadukan teknik-teknik jujitsu tradisional dengan sport jujitsu. Perguruan jujitsu yang memiliki teknik-teknik pertarungan atas dan bawah. Ada juga Titan BJJ. SMAC merupakan headquarter Titan BJJ di Indonesia. Jadi dojo pusat pengembangan Titan BJJ. Ada juga kelas Muay Thai, Kickboxing dan MMA. Hadi memiliki banyak kesempatan untuk mengasah kemampuan bertarungnya selama di SMAC. 

Sebelum ke SMAC Tanggerang, Hadi merupakan siswa ISJ Batam. Di Kepulauan Riau, khususnya Batam, ISJ berkembang pesat. Memiliki jumlah siswa jujitsu terbanyak dengan dojo menyebar di banyak tempat. Di club-club MMA. Di sekolah. Dan di sejumlah instansi lainnya.

Sebagai guru besar ISJ, Mahesa Arba sering ke Batam. Memantau perkembangan ISJ. Melirik sejumlah potensi besar. Memotivasi siswa ISJ untuk berprestasi di Cabor Jujitsu maupun di ajang beladiri campuran (MMA).

Sementara itu, menanggapi kemenangan ini, Hadi belum mau bertepuk dada. Tidak jumawa. Justru mencambuk diri untuk makin meningkatkan porsi latihan. “Masih ada teknik yang harus saya perbaiki,” ujarnya. Ini dunia MMA. Apa pun, kata dia, bisa terjadi. Seorang fighter tak bisa hanya jago di teknik tertentu saja. Petarung harus tajam di teknik striking dan ground fight. “Memang di beberapa petarung sebelumnya, saya lebih nyaman di ground (fight). Mengandalkan teknik-teknik jujitsu,” ujarnya.

Tapi, sebelum menekuni jujitsu, Hadi adalah seorang petinju. Pada laga pertamanya di One Pride MMA, Hadi belum berlatih Jujitsu. Kekalahan di debutnya itu, membuat Hadi makin menyadari harus banyak berlatih. Terutama, ia juga harus berlatih jujitsu.

Terbukti, di laga-laga berikutnya, Hadi lebih dikenal sebagai petarung ground. Tiga pertarungannya menang dengan teknik-teknik kuncian unik. Pada kemenangannya yang keempat, Hadi juga mendominasi di pertarungan bawah. Terlihat terus membawa lawan ke ground fight.(roz)

Post a Comment

أحدث أقدم